Apakah Anda pernah ditawari sebuah produk dengan harga cukup tinggi, namun Anda tertarik dan akhirnya mau membelinya?
Setelah
transaksi, kemudian Anda sempat berpikir "Mengapa si penjualnya bisa
tahu kalau saya benar–benar membutuhkan dan menyukai produk itu, ya?
Hebat sekali dia, baru bertemu sekali, namun saya bisa merasa percaya
dan mau membeli dari apa yang ditawarkannya".
Beberapa waktu
kemudian, ketika Anda ingin membeli produk itu kembali, maka dengan
senang hati Anda mencari penjual tersebut (meski mungkin ada penjual
lain yang menawarkan produk sejenis). Bahkan, tanpa diminta, Anda mau
merekomendasikan penjual tersebut kepada teman, keluarga atau mitra
Anda.
Mungkin beberapa orang menyebut si penjual itu mempunyai
ESP atau Extra Sensory Perception yang luar biasa. ESP dalam hal ini
bisa diartikan sebagai suatu kemampuan yang dimiliki seseorang/penjual
untuk bisa mengerti dengan mendalam akan karakter orang lain, sehingga
seseorang/penjual tersebut mampu mengetahui dengan lebih mendalam akan
apa yang sebenarnya diinginkan atau dibutuhkan oleh orang lain.
Kemampuan ini sebenarnya bisa dimiliki seseorang yang mau mendalami dan
mengembangkannya.
Jika digunakan dengan tepat, kemampuan ini bisa
membantu seorang penjual untuk bisa memberikan presentasi/komunikasi
yang lebih baik sehingga lebih mudah dan cepat memberikan penjelasan
yang lebih menarik dan tentu saja lebih menjual.
Seperti yang
dikatakan oleh Maxwell Maltz, seorang ahli dalam bidang Psycho-
Cybernetics, bahwa jika dalam benak kita terdapat gambaran tentang
keberhasilan yang jelas, penuh keyakinan sangat kuat, maka hal tersebut
mampu mengarahkan mekanisme-pembentuk citra diri kita untuk menciptakan
bahasa tubuh dan komunikasi nonverbal yang benar.
Dengan
demikian, itu akan bisa membantu membentuk suatu karisma atau citra diri
yang kuat dari dalam diri kita, termasuk wajah atau ekspresi yang
membantu efektivitas komunikasi yang kita lakukan. Menurut Maxwell,
wajah dan mata kita mampu memberikan suatu pesan secara efektif.
Manusia
ternyata mampu memperlihatkan hingga 20 ribu ragam ekspresi wajah.
Woow...Anda bayangkan 20 ribu ragam ekspresi!. Maka dari itu, kita harus
senantiasa mempraktikkan agar lebih mudah mengetahui dengan efektif
makna di balik ekspresi orang lain.
Sering-seringlah praktik
menghadapi konsumen/klien Anda, dan terus buat catatan serta analisis
tertulis sehingga mempermudah Anda dalam memahami karakter orang-orang
yang Anda hadapi di kemudian hari. Steve Jobs, pendiri perusahaan
komputer Apple adalah salah satu penjual terbaik dunia.
Dengan
cara yang luar biasa ia mampu mengetahui apa yang benar–benar diinginkan
orang pada umumnya, sehingga dengan cara efektif dalam kariernya ia
senantiasa bisa menawarkan berbagai produk (yang hingga kini selalu
terus dicari-cari orang).
Steve Jobs sangat mengerti bagaimana
karakter calon konsumennya, bagaimana memotivasi mereka agar melakukan
tindakan, dan bagaimana mereka mau terus menerus mencari produk-produk
yang ditawarkan. Sampai akhirnya, para konsumen tersebut merasa bangga
bisa menggunakan produk yang ditawarkannya. "A lot of times, people don’t know what they want until you show it to them".
Dalam
menawarkan/menjual sesuatu, mungkin Anda pernah merasa calon
pelanggan/calon konsumen atau calon klien tidak begitu yakin dengan Anda
atau tidak yakin dengan penawaran yang diberikan.
Secara ilmiah,
sebenarnya calon konsumen/klien tersebut sedang menangkap berbagai hal
atau sinyal-sinyal mengenai diri kita, di antaranya: mengenai gerakan,
nada suara, atau bahasa tubuh kita secara keseluruhan.
Agar calon
pelanggan mau menerima kita dan apa yang kita tawarkan dengan baik,
salah satunya adalah dengan senantiasa "memberikan tanggapan yang
positif” dari setiap respons yang diberikan oleh mereka. Ingat, tidak
sedikit para penjual pada saat baru bertemu dengan calon konsumen sudah
berpikir bahwa mereka akan ditolak dan gagal dalam memberikan penawaran.
Maka
biasanya yang terjadi adalah seperti apa yang dipikirkannya tersebut.
Mereka akan benar-benar ditolak! Oleh karena itu, jika kita ingin calon
konsumen/klien mau menerima penawaran kita dan selanjutnya mau terus
mencari produk atau jasa kita, maka mulai hari ini praktikkan, sesering
mungkin untuk senantiasa memberikan tanggapan positif dari setiap
respons yang diberikan oleh calon konsumen/ klien.Ketahui lebih dalam
apa saja yang bisa memotivasi konsumen untuk segera melakukan pembelian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar