Hidup di dunia ini penuh dengan persaingan. Tanpa persaingan, dunia akan
terasa hampa. Persaingan dapat terjadi dalam bidang apapun, termasuk
dalam perspektif bisnis. Akan tetapi, persaingan tak jarang malah
menimbulkan hal-hal yang tidak sehat dan melemahkan nyali.
Padahal
justru sebenarnya Anda bisa menjadikan persaingan sebagai sesuatu yang
positif dan bahkan dapat memacu bisnis anda untuk lebih maju dan
berkembang. Lalu, bagaimana kita melihat persaingan ini dalam perspektif
yang memberdayakan dan justru bukan melemahkan?.
Pengusaha seharusnya melihat persaingan dari sudut pandang yang positif,
misalnya:
1. Anggap persaingan sebagai hukum alam. Tuhan telah
menjadikan persaingan sebagai salah satu hukum alam yang tak bisa
dihindari. Maka, nikmatilah persaingan sebagai sebuah seni dalam
kehidupan. jangan jadikan persaingan membebani pikiran dan hidup Anda
dan jangan penuhi pikiran Anda dengan rasa iri hati karena persaingan.
tetapi, penuhilah pikiran Anda dengan ide-ide kreatif.
2. Anggap
persaingan sebagai vitamin jiwa penambah semangat. Jika Anda melihat
persaingan sebagai viatmin untuk memberikan kekuatan agar semangat Anda
dalam memajukan usaha terus bertambah, Anda malah akan mencari pesaing
untuk memajukan bisnis Anda.
3. Jadikan persaingan sebagai
motivator. Jika Anda ingin selalu bersemangat dalam berbisnis, maka Anda
harus selalu memiliki motivasi diri. Nah, ada cara yang murah meriah
untuk menumbuhkan motivasi, yakni dengan menjadikan pesaing sebagai
motivator abadi.
4. Jadikan persaingan sebagai cermin. Dengan
menjadikan pesaing sebagai cermin, maka Anda akan semakin rajin
"bersolek" untuk memperbaiki bisnis Anda. Artinya, semakin bagus
kualitas bisnis pesaing Anda, maka dapat menjadi cermin bagi Anda agar
berusaha menjadi lebih baik dari pesaing Anda.
5. Persaingan
sebagai cambuk. Jika dicambuk, kuda akan lari semakin kencang. Artinya,
bila bisnis Anda mau berlari sekencang kuda, maka carilah "cambuk"
(pesaing) yang sepadan. Dengan tidak adanya "cambuk", biasanya Anda akan
terlena sehingga bisa terkena sindrom zona kenyamanan yang dapat
berbahaya bagi masa depan bisnis Anda.
6. Ibaratkan persaingan
sebagai jamu. Bila Anda memaknai persaingan seperti minum jamu, yakinlah
rasa kesal Anda tidak akan terlalu lama dan akan membuahkan hasil suatu
saat nanti.
Menurut Nistains Odop, ada beberapa kiat dalam menghadapi persaingan, yakni:
1.
Milikilah mental yang positif. Karena hanya dengan mental yang kuat
Anda akan berani mematahkan setiap tantangan dalam persaingan bisnis.
2.
Jangan takut gagal. Karena justru dengan kegagalan, Anda akan menjadi
tahu kelemahan yang Anda miliki sehingga dapat mengetahui proses untuk
berhasil.
3. Berani memulai hal baru. Persaingan bisnis akan
terus berkembang dan produk-produk baru banyak bermunculan. Jika tidak
jeli, produk Anda akan semakin ditinggalkan. Produk-produk baru
merupakan tambahan semangat untuk mendikan bisnis Anda akan semakin
sempurna.
4. Terus menerus menjadi manusia pembelajar. Dengan
terus belajar, maka Anda akan mengetahui startegi yang paling tepat
untuk menghadapi persaingan.
5. Miliki tujuan yang jelas dalam hidup. Dengan tujuan yang jelas, hidup akan terarah dan motivasi Anda akan semakin kuat.
Jadi,
ingatlah bahwa pesaing bukanlah musuh Anda tetapi jadikanlah persaingan
sebagai hal yang dapat menguatkan bisnis Anda. Sehingga Anda akan
selalu membuat produk yang bagus dengan bercermin pada persaingan pasar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar